Weekend yang Menyenangkan

Sabtu tanggal 30 Agustus, saya bersama dua teman dosen dan mahasiswa Prodi Usaha Perjalanan Wisata semester akhir yang mau wisuda ke pantai Jiko Malamo Kota Ternate. Para mahasiswa ini ingin mengundang dosen “makan-makan” sebelum hari wisuda yang akan rencananya dilaksanakan pada akhir Agustus ini. Para mahasiswa ini memasak makanan “kobong” untuk kami (istilah untuk makanan tradisional Maluku Utara). Dosen yang hadir hanyalah tiga dosen. Namun acara ke pantai ini tetap meriah terlaksana.

Saya dan dua teman dosen juga ada ponakan yang menemani lebih awal datang. Kami duluan berenang dan snorkling. Air dipantai ini sangatlah jernih dan bening. Ikan-ikan yang berada di Karang juga indah dinikmati. Karena lama tidak berenang di laut akhirnya kali ini saya begitu menikmati sampai sekitar 2 jam an.

Awalnya kami santai di salah satu spot renang dan snorkling di pantai ini. Kemudian sekitar siang kami pindah ke Telaga Nita yang tidak jauh dengan spot awal. Kami ke Telaga Nita menyebrang dengan perahu yang harga sewanya Rp 20.000 per orang. Suasana di Telaga Nita juga indah. Pantai nya juga tenang. Airnya juga jernih dan bening. Disini terdapat sebuah Telaga yang konon di beri nama “Telaga Nita” oleh Sultan Ternate Mudafar Syah sebagai rasa cintanya kepada salah satu istrinya. Sultan juga mendirikan sebuah vila disini sebagai tempat beristirahat bersama istrinya. Namun kondisi vila saat ini sudah terbengkalai dan tidak terurus lagi.

Di Telaga Nita suasananya rindang karena banyak sekali pohon-pohon yang mengelilinginya. Sedikit pantulan matahari yang masuk ke Telaga Nita ini. Serta ada pantulan hijau dari warna pohon-pohon sekitar membuat Telaga ini kita lihat agak kehijaun dan bening jika lagi tidak hujan. Cantik dan indah pemandangannya untuk kita nikmati.

Demikian kisah saya di weekend kemarin.

Berikut foto-foto yang saat saya berada di Talaga Nita

Bersama Mahasiswa Prodi Usaha Perjalanan Wisata
Berfoto di Talaga Nita
Menikmati Teh Panas di Tepi Pantai yang tak jauh dari Talaga Nita

Bersabar untuk sementara waktu

Sepi job…bisa dikatakan begitu…

Biasanya job selalu ada dan buat tambah-tambah penghasilan,

belum bisa juga tercapai mengganti hp yang sudah hampir 3 tahun lebih dan ada beberapa target yang ingin tercapai jika mendapat penghasilan lebih

Namun kali ini memang belum ada lagi tawaran job tambahan,

harusnya tetap bersyukur karena masih ada makanan dan minuman dan karunia kesehatan yang Allah berikan pada tiap hari-hari yang dilewati dan tak dikejar hutang dan kredit yang membuat pusing. Alhamdulilah untuk nikmat saat ini.

Ambil hikmahnya saja jika belum dapat job saatnya untuk merehatkan tubuh dan lebih memanfaatkan waktu kebersamaan bersama keluarga dan orang terkasih….

Mungkin juga tuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang masih belum tuntas….

Nyicil dari sekarang pekerjaannya biar bisa selesai duluan dan tidak buru-buru saat terkejar dengan kata “deadline”

Tetap bersabar dan tentu berdoa semoga saja Allah masih menyisihkan rezeki dari Langit Nya untuk kita semua…

Aaaamiiin…

Pagi datang

Pagi datang…

Cerita baru akan terukir lagi

Tak terasa sudah berpuluh bahkan beratus hari ku lewati pagi-pagi’ yang kemarin

Sedih maupun bahagia mampu ku lewati

Sakit maupun sehat alhamdulillah mampu ku lewati

Tertekun dan teringat pada orang-orang yang pernah ku lewati pagi bersama mereka

orang-orang terdekat, teman, sahabat, maupun kerabat

diantara mereka masih bersama adapula yang sudah tidak bersama

waktu cepat berlalu

waktu jua yang selalu mengantarkanku pada setiap pagi yang tertakdir untukku……..

Alhamdulillah untuk pagi ku hari ini

Kapan kau menjadi “tidak penting untuk hati ini

Kapan saat itu datang…saat dimana kau menjadi tidak penting untuk hati ini…berhenti tuk stalking media sosialmu…dan berhenti mengharap perjumpaan denganmu…berhenti untuk cuek saat mendengar cerita tentangmu….ku bertanya terlalu dalam ku menyimpan hati untuk berharap masih bisa kembali lagi bersamamu……..sedang hatimu sudah entah mungkin lama dan beranjak dari semua tentang aku………….

Lebaran

Seperti biasa dipagi hari raya setelah melaksanakan sholat id’…sekeluarga, tetangga, kerabat jauh datang bersilahturahmi.

Makanan lebaran kali ini agak sedikit banyak yaitu buras dari beras merah, opor ayam, lobster, udang tumis, dan mie campur. Tak lupa juga es buah menemani disela-sela canda cerita kami

Sambil berjabat tangan, biasanya menyempatkan waktu untuk berswa foto. Tak lengkap rasanya sudah cantik-cantik pakai baju baru dan sudah make-up ‘an tapi tak foto-foto…

Walau sederhana, namun kebersamaan ini kami sangat menikmatinya.

Semoga kami sekeluarga selalu diberi keselamatan dan kesehatan dan panjang umur untuk menikmati kebersamaan yang indah ini……..

Alhamdulillah

Berikut koleksi foto-foto saat lebaran idul adha 2022

Belum Bisa Fokus

Selalu saja ada gangguan, jika mau kerja didepan tablet kecilku ini. Jika sudah berencana mengerjakan Kerja A selalu saja godaan scroll media sosial menggoda. Bahkan bisa hampir berjam-jam betah scroll media sosialnya dari pada kerjanya….

Padahal ingin kerja tepat waktu, ingin kerja disiplin, ingin kerja meningkatkan diri agar rezeki melimpah tapi selalu saja terganggu dengan hal-hal yang sepeleh yang mengalihkan ku dari tujuan utamaku….

Semoga kedepannya bisa fokus agar kerja bisa tepat waktu dan rezeki melimpah ruah dan berkah

Bismillah

AKU BISA

AKU SUKSES

AKU BANYAK UANG

Hehehhe afirmasi diri biar makin semangat………

Kecilkan Volume Suaramu

Kalau lagi menggibah kecilkan volume suaramu

karena zaman sekarang dinding-dinding dapat berbicara

SSSSSSSSttt jangan terlalu kencang

Saat kau mengeluh dan membicarakan keburukanku

aku mampu mendengarnya……

dan kemudian aku salah dalam hal ini? jika aku memilih diam dan menjauh lagi dari kalian?

Apa mau kalian?

Sedang urusan takdir dan lain-lain kalian seakan-akan menjadi Tuhan dalam kehidupanku…

“Jangan begini

“Jangan begitu

Tahukah kalian sakit hatiku mendengarnya langsung apa yang kalian bicarakan

Malah berharap aku sakit”

Apa tidak ada harapan dan doa baik dari kalian untukku?

Dulu aku menjauh, kalian mencari

Saat aku mendekat, kalian mencerca…

Apa mau kalian??

Bagaimana rasanya

Jika…kau melihat ada orang yang kencang beribadah tapi tak sedikitpun menegurmu…

Bagaimana rasanya

Jika…keluargamu sendiri yang manis didepan tapi membicarakanmu dari belakang

Bagaimana rasanya

Jika… kau sudah tidak tenang hidup berlama-lama disekitar mereka, karena ada saja waktu untuk mereka menceritakan tentang sisi gelapmu (dibelakangmu)

Bagaimana rasanya

Jika…kau mereka itu”…hanya tersenyum dan bermanis-manis tabiat kepada saudara yang berduit

Bagaimana rasanya

Jika…mereka tahu orang yang kau sangat cintai, namun mereka tidak suka kau menjalin hubungan bersamanya malah mereka bahagia jika orang yang kau cintai itu bersama dengan wanita lain……..

Luka demi luka telah mereka tanam

tak pernah hilang dalam benakku…….

Ingin sekali-kali bahkan sering jauh dari mereka

hanya sekali dua kali datang berkunjung saja pada saat-saat penting

Itu saja…….Inginku Tuhan

Hanya Kabar yang bisa ku nanti

Setelah sekian lama,,,dan saat ini kau katanya” menduda lagi untuk ketiga kalinya…rasa harap mulai muncul lagi saat ini. Mungkin kerap kita selalu berpas-pas an disini…

Bahagia jika melihatmu

namun tembok diantara kita terlalu tinggi menghalangi…dan entah hatimu saat ini terisi untuk siapa….

Mungkin aku akan menunggu berita tentang pernikahanmu lagi yang ke empat…dan mungkin aku akan melihat lagi kebersamaanmu bersama istri barumu lagi. Karena sebelumnya memang tontonan itu yang harus ku tonton di ruang kampung tercinta kita ini…

Alasan agar ku tak ingin tinggal lagi disini karena itu…menghindar segala hal tentangmu tapi yah apa mau dikata masih saja berita tentangmu atau berpas-pas an denganmu kerap terjadi

Berharap ku dengar berita baik tentangmu …dan berita baik menurutku adalah sedikit kabar rindumu untukku…tapi sudahlah itu mungkin hanyalah mimpi