Gosip

Jika gosip tentang mu sedang beredar dan sampai ditelinga pembencimu

maka sekecilpun kesalahan tentangmu akan diurai dan segera mencari-cari jalan untuk menjatuhkanmu baik yang berhubungan dengan pekerjaanmu maupun yang lainnya tentangmu

benar sekali, larangan untuk menghibah antar sesama karena dampaknya sangat berpengaruh atas hidup seseorang yang dighibahi

Semoga aku kuat menjalaninya …menghadapi para pembenci yang manis di depan tapi menusuk di belakang …..

By Halida

Amanat

Ini amanat…sampaikan lah pada orangnya…
Jika tak kau sampaikan … Biarlah makanan itu dicerna oleh tubuhmu, terurai dalam darahmu..menjadi halal dan kebaikan untukmu sekalian…ya untukmu yang menawarkan untuk di amanati…..
Biarlah makanan itu kau ambil, asalkan Al Qur’an dan tasbih bisa sampai pada orangnya…

Berat bung,, yg ku amanati menyangkut “obat perut (makanan) dan obat hati (Al Qur’an&tasbih)”….

Semoga kau , aku, dan kamu sekalian bisa menjadi orang yang amanah..

Aamiin

Bali Aku Kembali

Sudah lama aku tak menginjak kaki di Kota Denpasar Bali. Tempat aku melanjutkan studi S2 beberapa tahun lalu. Terakhir sekitar dua atau tiga tahun lalu, saat mengantarkan mahasiswa study tour.

Rindu, tentu ….

Namun yang ku rindu tidak seperti dulu lagi. Saat kembali yang dapat mengobati rindu hanyalah beberapa tempat yang dulunya sering ku singgahi. Melihat gedung pascasarjana tempat belajarku dulu, melihat tempat makan dan minum STMJ disekitar jalan sudirman, melihat jalan masuk menuju kos ku, dan melihat beberapa toko tempat ku membeli barang yang ku butuhkan.

Hanya itu yang mampu mengobatinya…
Teman-teman?

Ada yang sudah menikah. Ada yang sudah pulang kampung. Ada yang bertemu tapi waktunya sangat sedikit. Ah sudahlah…semua nya hanya tinggal kenangan . Bersyukur yang masih ingin bertemu dan bersua. Sangat mengobati rindu. Mampu menjalin silahturahmi dan mampu menjaga komunikasi….

Benar adanya….sesuatu yang paling sakit adalah merindu kenangan yang tak mungkin kembali….

aku rindu mereka……

Tanpa Judul

Sudah cukup negara ini GADUH…
Jangan tambah GADUH lagi hatimu dengan menggaduhkan semua yang kau rasa tak puas !!!!
KAPAN BAHAGIAMU ????
tiap saat kau mengeluh…
Sedang isi dompetmu dari siapa ???
Teh yang kau minum sore ini , tak cukup buatmu menyelami rasa syukurmu?
Sedang sekian puluh tahun yang lalu, daun teh dan gula pasir tak mungkin terisi di gelas kakek nenek serta buyutmu.

Jalan-jalan di Pulau Mare

Halida di Pulau Mare

Salam sehat dan salam bahagia…

Pulau Mare adalah pulau yang terletak di Kepulauan Tidore Kota Tidore. Perjalanan ke Pulau Mare menggunakan perahu dan speedboat. Biasanya tersedia Speedboat di Pelabuhan Tomolow Kota Tidore untung menyebrang ke Pulau Mare. Waktu tempuh sekitar 30 menit.

Kali ini aku dan beberapa teman menyebrangi dari Kota Ternate menggunakan perahu mesin. Waktu tempuh sekitar satu jam lebih. Tak berombak namun ada disebuah tanjung pulau Tidore walaupun cuaca tak lagi buruk. Di tanjung tersebut selalu saja berombak.

Setelah melewati tanjung tersebut jika cuaca lagi cerah maka perjalanan tetap berjalan mulus.

Saat tiba di Pulau Mare ada beberapa tempat yang bisa menjadi alternatif untuk bersantai. Pantainya berpasir putih dengan keindahan bawah laut yang indah. Bisa untuk diving dan snorkeling. Selain itu banyak nelayan memancing ikan di pulau yang hanya memiliki dua desa ini.

Di salah satu desanya adalah penghasil kerajinan gerabah. Hampir tiap rumah penduduknya memiliki ketrampilan membuat gerabah. Gerabah yang dihasilkan dijual di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Maluku Utara. Selain itu kedua desa yang ada di pulau kecil nan apik ini, masyarakatnya mata pencahariannya adalah nelayan dan petani.

Disekitaran pulau ini ada juga salah satu spot atraksi lumba-lumba. Kepercayaan masyarakat setempat ada satu upacara yang dapat ‘memanggil lumba-lumba’ dengan melaksanakan beberapa ritual.

Kami menghabiskan waktu di pulau ini dengan memancing, berenang, snorkling dan membakar ikan hasil pancingan. Juga berswa foto di beberapa tempat yang aduhai indahnya.

Demikian sepenggal ceritaku dari pulau Mare ini. Semoga esok lagi akan ada cerita lainnya yang bisa saya bagi disini.

Pulau Moti Kota Ternate

Pulau Moti

Pulau Moti adalah salah satu kecamatan Kota Ternate. Moti hanya memiliki enam kelurahan, yaitu kelurahan Tafaga, kelurahan Figur, kelurahan Tafamutu, Kelurahan Tadenas, kelurahan Takofi dan kelurahan Moti Kota.

Penduduk di pulau ini kebanyakan berasal dari Tidore dan Makean. Bahasa pun demikian. Mata pencaharian ada yang nelayan, petani, juga bekerja di pemerintahan maupun swasta.

Uniknya hampir tiap kelurahan di pulau ini memiliki pelabuhan kecil penyeberangan. Ada juga pelabuhan untuk kapal Feri yang ada seminggu sekali. Terkadang diwaktu senggang. Pagi ataupun sore terlihat ramai penduduknya menghabiskan waktu di pelabuhan kecil tersebut. Ada yang menjajakan jualannya’ tiap kapal yang datang, atau sekedar menjemput handai taulan yang datang dari seberang.

Pulau ini pun memiliki beberapa objek wisata yang patut dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah kecamatan. Semisal pantai Tafamutu yang dikenal oleh penduduk setempat dengan pantai kahona. Tak jauh dari pantai tersebut terdapat pelabuhan kayu kecil berbentuk jembatan panjang dekat pantai. Suasana matahari terbenam sangatlah indah jika dinikmati dari jembatan ini. Sinar matahari yang tenggelam dengan warnanya yang meronda memanjakan mata para pemburu “sunset”. Selain itu dikelurahan Tadenas ada salah satu tempat bersejarah yang biasa disebut Moti Vernon tempat perjanjian para raja di Moloku Kie Raha. Ada sebuah batu besar sebagai bukti sejarahnya. Batu tersebut amatlah besar melampaui tubuh orang dewasa. Dan yang terakhir adapula hutan Mangrove yang terletak tidak jauh dari tempat tersebut.

Pulau ini kecil namun indah. Disini pun banyak terdapat buah mangga. Jika berkunjung dipulau ini bagusnya diperhatikan musim buah mangga juga. Kelak setelah jalan-jalan sebagai ole ole pulang ada buah mangga yang tentu dijual sangat murah.

Segitu aja SoNaCarita tentang pulau Moti…semoga bermanfaat …

Berikut adalah beberapa dokumentasi saya selama berada di Pulau kecil ini

Jembatan Tafamutu di Kelurahan Tafamutu sambil menikmati kelapa muda sunset memanjakan mata
Membeli ole ole buah mangga di pelabuhan Takofi
Prasasti perjanjian para raja ‘Moti Verbon’ di Kelurahan Tadenas
Pantai Tafamutu/Pantai Kahona Kelurahan Tafamutu
Pelabuhan Takofi kelurahan Takofi

Diam dalam Harap

Foto diambil di Area Wisata Danau Tolire Besar Kota Ternate

Diam disini tanpa banyak bertanya lagi…tanpa mau banyak terbebani lagi galau yang terkadang datang mendera…

Tak mau lagi ku izinkan rasa ‘tidak sedapnya ‘ pikiran menghiasi hari ku

Aku hanya ingin tetap positif walau apapun yang terjadi….

Berkali-kali ku ingin menengadahkan kedua tangan ini kepadaNya.

Meminta penuh harap dan berharap pinta ku itu menjadi sebuah kata “makbul’

Namun terkadang gagal dengan segala kata “malas” yang mendera.

Gagal dengan penundaan waktu yang selalu menjadi “argumen’ hati yang dimenangkan oleh kondisi.

Kali ini, tak boleh lagi ada kata “malas dan penundaan waktu untuk tetap menengadahkan tangan kepadaNya.

Tak boleh lagi, berharap selain kepadaNya. Karena kalau selain KepadaNya yang kau dapatkan adalah hinaan dan ‘ghibah’ yang siap kau terima.

Kali ini, TIDAK !!! kembali ku kumpulkan semangat dan harapan itu lagi. Diamku penuh harapan kepadaNya. Semoga diamku bermakna.

Percaya saja, senja yang kemarin tenggelam pun akan tergantikan dengan terbit nya matahari yang indah di pagi hari….

Hidup memang seperti itu. Jika sudah tahu tentang tindak tanduk kehidupan. Tak perlulah kau risaukan. Cukup saja berharap dalam diam. Berharap dalam doa agar engkau mampu melewatinya.

#BahagiaKanDatangMenyapaDalamHarapanKepadaNya

Belum Juga aku … Namun aku yakin aku Bisa …

Yang menjadi kekuranganku belum bisa ku bersihkan jiwa dan pikiran dari berpikir buruk tentang orang-orang sekitar. Belum juga bisa ku bersihkan jiwa untuk berbuat ikhlas tanpa mengharap balas dan mengharap dihormati. Belum juga bisa ku hilangkan sifat kekanakanku yang terlalu BAPER dan sensi terhadap perlakuan orang terhadapku. Belum juga bisa ku bersikap cuek terhadap yang kritis kepadaku dan yang menjadi munafik dibelakang ku. Belum juga bisa ku bersihkan batin ini dari segala dendam kesalahan orang kepadaku. Ingin rasanya semua hilang. Dan kembali ku menjadi pribadi yang tangguh,  yang jiwanya dan pikirannya positif dan membawa kebaikan kepada orang-orang sekitar. Benar adanya orang berkata terkadang kita berbuah apapun selalu dianggap salah oleh orang-orang sekitar. Yang baik tetap disalahkan apalagi yang salah? HM, berkali lipat penghakiman pikiran mereka.
Dan, kali ini aku harus kembali bersiap untuk bangkit melawan semua yang menjadi rongrongan. Jangan takut pada apapun yang ada di depan. Tetap saja minta jalan kemudahan kepada Yang Memberi Kemudahan. Dan Bismillah Go For Success…Insa Allah.

Filonga, Pulau Kecil nan Indah

Filonga adalah sebutan untuk pulau kecil ini oleh masyarakat Maluku Utara. Namun nama yang sebenarnya adalah failonga. Pulau ini terletak di antara pulau Tidore dan Sofifi Halmahera. Jika posisi kita berada di Tidore maka letak pulau ini pas didepan pusat keramaian kota Tidore yaitu Soa-Sio, namun jika kita dari menyebrang ke ibu kota propinsi Maluku Utara maka seakan kita melihat pulau ini terletak ditengah, antara Sofifi dan Tidore.

Pulau Filonga biasanya ditempuh dengan menggunakan Speedboat ataupun perahu tradisional/katinting. Jika ditempuh dari Kota Ternate maka waktu tempuh adalah sekitar 20-30 menit. Akan lebih singkat lagi jika di tempuh lewat Soa-Sio Tidore, mungkin diperkirakan hanya sekitar 15-20 menit.

Pulau ini memiliki pasir putih dan kerikil putih. Batu-batu hitam terjal hampir mengelilingi pulau ini. Ada sebuah dermaga kecil tempat berlabuh perahu-perahu ataupun speedboat. Biasanya yang menjadi daya tarik disini adalah keindahan bawa lautnya. Bagus untuk pecinta “snorkling”. Batu karang dan berbagai biota laut dengan berbagai variasi menghiasinya. Untuk nelayan biasanya dipulau dijadikan tempat untuk istirahat sejenak. Wisatawan yang hobinya mancing biasanya juga menyalurkan hobi untuk memancing didepan pulau kecil ini. Ada juga beberapa kuburan suci yang ada tepat dibagian atas pulau ini. Kuburan suci ini disebut oleh orang Maluku Utara dengan istilah Jere’. Biasanya kalau orang yang sudah tahu, pada saat berkunjung ke pulau ini mereka membawa daun pandan dan air untuk ziarah di ‘Jere tersebut.

Untuk anda yang ingin menambah koleksi foto di media sosial anda. Tak salah lagi untuk memilih pulau filonga ini sebagai tempat untuk dikunjungi karena anda tidak akan menyesal dengan sajian alam lautnya nan indah…

Halida#SoNaCarita

Halmahera ku

Foto di ambil di Pulau Pastofiri Halmahera Barat

Aku bukan orang Halmahera. Namun, banyak keluargaku yang mendiami pulau nan indah ini. Domisiliku di Ternate, dibesarkan dan dididik di Ternate. Namun, tentu aku tak bisa lepas dengan kehidupan sehari-hari orang-orang yang ada di Halmahera. Kebanyakan yang mendiami kota Ternate. Penduduknya berasal dari pulau Halmahera. Kami hidup berdampingan dalam keberagaman budaya. Kami hidup penuh dengan kedamaian.

Ada hal menarik yang paling aku suka jika berkunjung di pelosok Halmahera. Budaya penghargaan kepada tamu sangatlah tinggi nilainya. Terkadang orang yang baru dikenal saja, disuguhkan makanan dan minuman.

Walau terlihat sederhana namun kebersahajaan dan keikhlasan mereka yang tak bisa dipungkiri. Membuat kita sebagai tamupun merasa bagaikan raja yang dilayani pelayanannya. Ternyata filosofi “tamu sebagai raja” sudah diterapkan dari zaman dahulu oleh penduduk yang mendiami pelosok Halmahera. Anggapanku, tak akan ada yang kelaparan jika kau mendatangi pulau yang penuh dengan kekayaan alam ini. Dikarenakan betapa baiknya hati-hati orang Halmahera kepada orang luar. Betapa santunnya pelayanan mereka.

Selain itu, halmaheraku juga memiliki pemandangan yang indah. Beberapa diantaranya sementara menjadi objek pengembangan pariwisata. Bagaikan maldives’nya Indonesia. Pantainya yang dihampari pasir putih. Airnya jernih sebening kaca. Hamparan pohon kelapa menjadi pelengkap keindahan pulau yang dipeta seperti simbol huruf K ini.

Tapi ku yakin, ada juga di beberapa tempat di Indonesia yang memiliki budaya yang sama selain halmaheraku. Memiliki budaya menjamu tamu dan memiliki keindahan alam nan pesona. Karena kita Indonesia. Tentu kita akan satu dalam keberagamannya.

Halmaheraku, Indonesiaku….